ANYAMAN ROTAN DAN BAMBU DALAM PENGETAHUAN LOKAL DAYAK LUNDAYEH

1756043654504.jpg

Kemampuan menganyam merupakan pengetahuan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh leluhur Dayak Lundayeh. Di desa Lung Mekatif, peran menganyam dilakukan oleh Perempuan sebagai aktor utamanya. Para Perempuan desa Lung Mekatif masih melestarikan pengetahuan menganyam. Bahan baku yang digunakan adalah rotan (uwe) dan bambu (bulu’). Produk yang dihasilkan meliputi: tampi (rinu), bakul besar (buan), bakul sedang (tayen), bakul mini (enet), tudung saji (kekebluba’), bak sampah, sofa, bangku, meja, dan lain sebagainya.

Salah satu Perempuan yang memiliki keahlian menganyam di desa Lung Mekatif yaitu ibu Marlena Tata. Hingga saat ini ibu Marlena dapat menghasilkan anyaman rotan dan bambu sebanyak kurang lebih 6-8 anyaman per minggu dan dijual seharga kisaran 100-500 ribu untuk tampi, 200 ribu hingga 1 jutaan untuk bakul. Produk biasanya dipasarkan secara konvensional atau dibeli oleh warga sekitar. Selain itu, produk juga dijual pada saat expo desa dan perayaan Irau Kabupaten Malinau.

Pengetahuan menganyam diharapkan dapat terus dilestarikan oleh para Perempuan desa lung mekatif. Peran sentral para Perempuan dalam mengayam menjadi warisan budaya yang tidak hanya sebagai bagian dari identitas melainkan dapat meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat desa khususnya desa lung mekatif.

Bagikan post ini: