ANYAMAN ROTAN DAN BAMBU DALAM PENGETAHUAN LOKAL DAYAK LUNDAYEH
Kemampuan
menganyam merupakan pengetahuan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh
leluhur Dayak Lundayeh. Di desa Lung Mekatif, peran menganyam dilakukan oleh Perempuan
sebagai aktor utamanya. Para Perempuan desa Lung Mekatif masih melestarikan
pengetahuan menganyam. Bahan baku yang digunakan adalah rotan (uwe) dan
bambu (bulu’). Produk yang dihasilkan meliputi: tampi (rinu),
bakul besar (buan), bakul sedang (tayen), bakul mini (enet),
tudung saji (kekebluba’), bak sampah, sofa, bangku, meja, dan lain
sebagainya.
Salah satu Perempuan
yang memiliki keahlian menganyam di desa Lung Mekatif yaitu ibu Marlena Tata. Hingga
saat ini ibu Marlena dapat menghasilkan anyaman rotan dan bambu sebanyak kurang
lebih 6-8 anyaman per minggu dan dijual seharga kisaran 100-500 ribu untuk tampi, 200 ribu
hingga 1 jutaan untuk bakul. Produk biasanya dipasarkan secara konvensional
atau dibeli oleh warga sekitar. Selain itu, produk juga dijual pada saat expo
desa dan perayaan Irau Kabupaten Malinau.
Pengetahuan menganyam
diharapkan dapat terus dilestarikan oleh para Perempuan desa lung mekatif. Peran
sentral para Perempuan dalam mengayam menjadi warisan budaya yang tidak hanya
sebagai bagian dari identitas melainkan dapat meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat
desa khususnya desa lung mekatif.
Baca juga:
HUT RI ke-80 Kecamatan Mentarang Hulu
HUT RI ke-80 Kecamatan Mentarang Hulu